http://www.dago2.com/2007/08/15/untung-rugi-cdma450/
Di Indonesia, kita mengenal beberapa operator CDMA yang menggunakan teknologi CDMA2000 1x, seperti Telkom Flexi, Bakrie Telecom, Indosat Star One, dan Mobile-8. Ketiganya menggunakan frekuensi 800 MHz sebagai frekuensi carrier-nya. Tetapi ternyata ada satu operator, yaitu Sampoerna Telekomunikasi yang juga menggunakan teknologi yang sama tetapi frekuensi carrier yang digunakan adalah 450 MHz. Layanan mereka terbatas hanya di wilayah Lampung. Apa keuntungan dengan CDMA450 ini ? Lalu, apa saja kerugiannya ? Benarkah CDMA450 merupakan solusi yang cocok bagi daerah ‘tertinggal dalam telekomunikasi’ ? Iseng-iseng saya telusuri beberapa referensi dan mencoba memaparkannya di blog ini.
Keunggulan pertama dari CDMA450 adalah daerah jangkauan yang lebih luas bisa dibandingkan dengan teknologi CDMA atau GSM yang biasa beroperasi di frekuensi 800/900/1800/1900 MHz. Jangkauan yang lebih luas ini berarti jumlah BTS lebih sedikit untuk mencakup daerah lebih luas. Penelitian ITU menunjukkan bahwa meningkat dua kali frekuensi pembawa (carrier) akan menjadikan jumlah BTS yang dibutuhkan meningkat empat kali lipat. Sehingga menggunakan CDMA450 berpotensi menghemat belanja modal operator pada saat membangun infrastruktur.
Keunggulan kedua adalah daerah jangkauan BTS yang fleksibel. CDMA dikenal mampu menyeimbangkan antara kapasitas dan jangkauan dengan mengubah-ubah daya yang dipancarkannya. Ilustrasinya sebagai berikut. Jika pada suatu waktu pengguna sangat sedikit, BTS bisa saja memancarkan daya yang lebih besar sehingga jarak jangkaunya menjadi lebih jauh. Atau jarak jangkau tetap, tetapi kualitas transfer data menjadi sangat cepat
Keunggulan ketiga adalah teknologi CDMA450 kompetitif tidak hanya untuk lingkungan pedesaan, tetapi juga perkotaan. Operator dapat menggunakan teknologi yang sama untuk wilayah kota maupun wilayah desa. Di desa, operator dapat memanfaatkan sedikit BTS untuk menjangkau wilayah yang luas dan (kemungkinan) jarang penduduk. Untuk wilayah kota, karena banyak penduduk dan dibutuhkan kapasitas besar, BTS yang dibutuhkan menjadi banyak dan daerah jangkauan menjadi lebih sempit. Sedangkan mekanisme soft-handoff (perpindahan pengguna dari satu BTS ke BTS lain dengan frekuensi sama) memungkinkan sinyal dari beberapa BTS berdekatan saling overlap menghasilkan kualitas sinyal yang lebih baik daripada interferensi yang dapat mengganggu komunikasi. Intinya, dengan lisensi spektrum frekuensi yang sama, operator dapat bersaing di sisi tarif untuk wilayah pedesaan dan bersaing dalam hal kapasitas layanan di wilayah perkotaan, cukup dengan satu teknologi yang sama. Bisa saja terjadi subsidi silang antara pendapatan dari wilayah kota untuk menutup kerugian dari wilayah pedesaan.
Keunggulan keempat, frekuensi 450 MHz sebelumnya banyak digunakan operator selular analog, yang sekarang sudah mati. Sekarang frekuensi 450 MHz tidak digunakan lagi oleh mereka sehingga membuka kesempatan bagi operator CDMA450 untuk menggunakan spektrum frekuensi tersebut dengan biaya lisensi spektrum lebih murah dibandingkan lisensi untuk spektrum selular yang lebih baru.
Sedangkan tantangan bagi pengembangan CDMA450 adalah, pertama jangkauan yang dapat menyusut drastis. Percobaan menunjukkan CDMA450 bisa mancapai jarak jangkau 50 km, dengan hanya satu orang pelanggan memanfaatkannya. Bila pelanggan yang berkomunikasi bertambah, jarak jangkau berkurang drastis.
Tantangan kedua adalah, antena yang dibutuhkan menjadi lebih besar, baik di sisi operator maupun pelanggan. Jarak antar elemen antena di BTS juga menjadi lebih besar dan menjadi lebih sulit dipasang di menara BTS. Antena pada terminal pelanggan juga menjadi lebih besar, dan produsen tetap harus mempertimbangkan bentuk terminal yang nyaman untuk digunakan.
Ketiga, adalah ketersediaan terminal bagi CDMA450. Dari sekitar 318 juta pengguna CDMA, hanya 7 juta saja yang menggunakan teknologi CDMA450, dan hanya sedikit produsen mau memproduksi terminal bagi CDMA450. Tetapi dengan semakin meningkatnya jumlah pelanggan, diharapkan keterbatasan ini tidak menjadi masalah lagi di tahun-tahun mendatang.
Keempat, adalah basis pelanggan yang belum besar. Operator membutuhkan beberapa puluh ribu pelanggan agar mencapai titik impas dan meraih keuntungan. Jika hanya mengandalkan pelanggan di pedesaan saja tentu sulit. Perlu ada perimbangan antara pemasaran produk di pedesaan dengan perkotaan. Operator juga perlu cermat dalam merencanakan jaringan yang akan dipasangnya.
Dari hasil penelusuran diatas, terlihat bahwa CDMA450 merupakan kompromi yang baik antara jarak jangkau, jumlah pelanggan, dengan biaya yang harus dikeluarkan operator dalam membangun jaringannya, terutama dalam kasus pengembangan telekomunikasi di pedesaan. Sedangkan model bisnis yang dianggap ideal adalah pelanggan di perkotaan menyubsidi pelanggan di daerah pedesaan.
bedanya cdma 450 , cdma2000 ma cdma one , apa ya ?
mohon penjelasannya
http://www.putralovers.com
cdma 450 MHz itu artinya cdma yang mempunyai frekuensi disekitar 450 MHz, biasanya 450 – 470 MHz. cdma 2000 dan cdma one merupakan teknologinya, cdma 2000 1x merupakan perkembangan cdma 2000, skrg telah dikenal cdma 2000 1x EV-DO (Data Only) dan yang lebih baru cdma 2000 1x EV-DV (Data Video)…. ujung2nya mengarah ke perkembangan Wideband CDMA = WCDMA yang setara dengan teknologi majunya GSM yaitu Wi-Max.
wallahu a’lam bissowab
semoga bermanfaat….:D
NB: oya penulis dago2.com saya kenal orangnya
cdma 450 panjang gelombangnya/ lebar pita frekuensinya brapa ya!!!
lebaran mana dengan cdma 2000 1x ?
trus pengaruh dengan kapasitasnya gimana?
mohon infonya dunk?
CDMA450 = CDMA 2000 1x 450 Mhz, jadi bukan CDMA One seperti yang ditulis diatas, untuk lengkapnya silahkan di cek di cdg.org. Pita Frekwensinya sama dengan yang 800Mhz dan 1900Mhz yaitu 1,25Mhz
Di artikel ditulis bahwa untuk frekuensi 2x lebih besar maka akan diperlukan BTS 4x lipat. Saya pernah baca paper mengenai formula baru pentarifan izin frekuensi. Disana semakin tinggi frekuensi maka indeks tarifnya semakin kecil. Dan itu memang sesuai dengan konsep bahwa semakin besar frekuensi maka akan semakin besar jumlah BTS yang diperlukan. Kalau menurut anda seperti apa? Karena bukankah hal tersebut tergantung dengan industri perangkat telekomunikasi?
Terima kasih.